Investor besar VS Investor kecil

Hukum rimba adalah hukum alam abadi...tanpa cela kbenarannya.
seperti tanpa cela hadirny "super wah"investor besar dgn bahaya laten ny menginjak investor kecil..
namun dgn dungunya kita si awam,dgn rasa konsumerisme yg memuncak mjd angin segar utk investor besar.
parahny ketololan kita mematikan investor kecil dgn mencibir jajaan mrk.
hidup memang prjuangan teman..namun masihkah hatinurani bercokol dlm tubuh?
qt,kalian,mereka,dsb ny, lebih suka utk memenuhi perut dgn produk2 perlente(mcD,kentuky,pizzahut,j.Co,coffe bean,starbucks,etc,hardrock)tentuny atas nama gengsi binti gaya.
Andai ada nurani lebih dari modernisasi gaya hidup,tentulah si investor kecil(di baca;tukang siomay,tukang baso,abang pecel,tukang gorengan,etc)akan lebih bahagia dgn tambahan customer yg bkn hnya dr kaum senasib,anak2 sekolah.tp dr kaum perlente mentereng dgn dasi plus asesoris black berry,S 550,manggo,etc..tentu investor kcil akan melonjak omsetny.bahagiany mrk..d tngah hukum rimba yg brkumandang.
ah..andai si perlente mau berbagi..
Punya nurani kah qt,kalian,mereka utk mau menanggalkan gengsi utk membahagiakan para investor kecil dgn meniupkan omset mereka?

0 komentar: