aku adalah perempuan dengan perhitungan.
untung dan rugi menjadi ending dalam pencapaian akhir keputusan.
tak ingin merugi..adalah kongkrit.
karena tak ingin terlindas rasa.
Tuhan saja selalu memperhitungkan umatnya (pembenaran si perempuan)
jika hambaNya senantiasa beramal baik diberikannya pahala.
namun pun sebaliknya jika Tuhan merasa hambanya tidak berlaku sesuai sabdanya maka berdosalah hambanya.
entah terlalu jengah makhluk bernama perempuan ini kah..(mungkin)
hingga kuantitatif menjelma menjadi bayangan.
ini bukan aku (ujar si perempuan).
tapi sebuah resolusi tampaknya dibutuhkan,karena dunia tak seindah dongeng pengantar tidur teman..
januari 2010.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar