mencari hulu

kenyataan nya mencari kepuasan hati jauh lebih berliku di bandingkan menemukan ayah dari anak ku, untuk memutuskannya menjadi pendampingku.
tampaknya pencarian ini akan seperti bermonolog tanpa pernah tercipta sebuah dialog yang kongkrit dalam waktu yang singkat...
ach...terlampau berbirokrasi akan sebuah ending.
waktu yang tak bisa disogok oleh negosiasi tampaknya.

atau sebuah pembenaran atas suatu hal yang belum aku ketahui inginnya secara kongkrit pula.
atau bahkan tak akan ku temui, karena lelah yang selalu berkelebat menggoda dalam logika dan nurani.
atau hal yang terbusuknya adalah memang pada nyatanya sebuah kepastian bahwa aku tak punya dan tak mampu menggapai nya.aaarrrgghhhh

bingung pada ingin,..
seperti sebuah rasa yang masih menggapai layaknya anak belasan tahun yang masih meraba dunia.
bingung pada rasa,
seperti batita yang masih belajar bertutur, dengan kosakata yang akan keluar dari mulut mungilnya.

pada akhirnya di usia tak menjadikan kepastian.

ingatan mengulik kehadiran mereka yang sepertinya sudah menemukan alur hulu nya.

"rae",sebut saya dengan 3 huruf nama depannya.
membayangkannya kini tersketsa bahwa dia sedang berjalan di hulunya..
"pang, gue bakalan buka coffeshop" keyakinan pria yang ku kenal sejak 23 tahun lalu, dan dia sedang di jalurnya walau belum menjadi owner dari sebuah kedai kopi, namun tetap berharap akan kesuksesannya. dan seperti mengutip tulisan dee: tentang filosofi kopi tubruk..semoga ia akan tetap menjadi sosok apa adanya layaknya "tubruk" seperti yang pernah cappuccino rekam.alur yang menyenangkan untuk sang rae.

kulikan ingatan lain menyambangi, wanita dengan pencapaian usia yang mendekati krisis wanita pada umumnya. otak liarnya akan sebuah dunia broadcast dan tulisan tulisan yang selalu terjahit..
"roro" ku sebut empat huruf nama depannya, yang sering terlupa orang tampaknya.sahabat ku ini sedang menikmati setiap guncangan arum jeramnya..namun kepuasan tampaknya selalu menjadi bayangan dalam detik dayungnya..karena mengalir dalam hulu yang tepat dan laut sedang menantinya. dan biarkan aku menjadi rindang pohon di samping aliran hulu mu, sebagai tempat menepi disaat lelah tak tertahankan dengan arus yang kadang terlalu kencang sahabatku..

dan konyolnya lagi..
lain lagi dengan sahabatku ini. kebiasaanya dengan mulutbesarnya seperti metafora binatang kecil dengan mulut yang selalu menggeluarkan kwek..kwek..kwek membuatnya menyamai sang bebek.dunia menghantarkan dia pada hulu yang di carinya.."ti, gue bakalan jadi presiden 2014" ..kelakarnya di 1999 saat putih abu abu melekat erat, banyolan yang kini menjadikannya berdiri pada hulu miliknya, walau bukan RI 1, tapi hulunya sudah tepat untuknya tampaknya.

tak terbesit iri untuk para sahabatku dari banyak sahabatku yang sudah menemukan hulu dan laut yang pastinya menantikan kehadiran mereka..
hanya bangga dan bahagia yang menggelayut pernah ada dalam bagian pencarian mereka. walau aku berdiri dalam hitungan detik ini dalam posisi masih mencari hulu ku...dimana laut ku..
tapi sirius tak meninggalkan ku sendiri..karena terangnya pasti akan selalu menjadi petromak besar ku yang masih mencari..
dan sejatinya meski tiga bintang ku telah utuh dalam sertifikat kepemilikan ku sebagai bentuk hadiah darri NYA..namun keberadaan diri tetaplah terdapat ke-aku-an, yang menginginkan hulu.

telah genap namun tetap ingin memiliki nilai lebih, dengan satu.
ingin ku.....

0 komentar: