meRAYAkan LARA (part1)

meRAYAkan LARA...

GUE yang terbiasa mewujudkan vokal dan konsonan dalam bentuk prosa, tampaknya harus kembali belajar dari nol.
beralih bentuk tampaknya akan segera di lakukan, dimana buat gue itu susah bgt.

project meRAYAkan LARA, tampaknya akan menjadi media pembelajaran buat gue.
thanks buat lara yang selalu menyokong imajinasi gue (di baca:raya). ternyata fungsi hubungan kami tak banyak berubah. setelah sukses dengan sebuah naskah skenario zaman ber'auvi (sebuah komunitas audio visual, salah satu rumah ilmu gue). ternyata simbiosis mutualisme ini kembali mewarnai kualitas hubungan raya dengan lara.

memasukin aura, lara dan raya tampaknya akan membuat merasa lebih mudah di kemudian (tampaknya).

sebuah project idealis, yg mengusung kebiasaan kami. dan semangat dengan berada di jalur yang tepat.

ide ini sudah mengendap berbulan bulan, berkreasi di layar mungil sangat terasa berat di awal hubungan raya dan lara. tapi akhirnya, dengan deadline yg terus menggerogoti dengan sangar (lebay)...scene plot berhasil jg gue kirim ke email lara. dan the next step adalah menunggu revisian lara.

sambil menunggu revisian lara, riset pun menjadi hal yang penting dalam hubungan raya dan lara.

petualangan pertama pun dimulai:
dengan mitee kesayangan ku (berhubungan satusatunya alat penjelajah : a.k.a motor) minggu pagi, gue menjemput lara dengan upeti lontong cah oncom made in nyokap:)sebagai catatan, petualangan pertama ini sempat batal. dengan kepadatan jadwal gue sebagai istri dan ibu bagi keluarga kecil gue.

tepat pukul 09.10wib, gue sampe di rumah lara. ngaret 10 menit dari waktu yg di tetapkan. (indonesia time). sampe disana, sarapan menanti dari nyokapnya lara. semur tahu berteman dengan telor dengan nuansa coklat. lumayan, secara dari rumah cuma masuk lontong satu. mana nendang untuk perut ukuran usus jakarta bogor..xixixixixi..

perut tampaknya sudah tersenyum..dan perjalanan di mulai. dan ternyata ini memang berpetualang..ckckckck..ruaarr biasa.

secara, gue dan lara seumur umur ngga pernah ke pe'es naik motor. gagap parkir bisa di tebak. bingung parkir dimana, secara ternyata jauh juga tempat parkirannya. ketemu parkiran ternyata menyenangkhan, tandanya "jalan jalan.." yippiiee

tp pas nerima ticket masuk, alamak nich parkiran kudu ada stnk. itu dia masalahnya, gue ngga pernah peka dengan identitas. yg penting gue bawa sim. stnk apalagi ktp kaga ada dalam list.
gue : "mba. kalau saya lupa bawa stnk gmn?"
mba petugas: " langsung lapor ke office ya bu, daripada pas keluar nanti sulit bu"
gue:
"ooo...siap mba!!"

setelah mitee terparkir manis, gue dan lara segera ngacir ke office parkiran..mmhh jauh juga ternyata..ckckckckck.

setelah selesai di data: iseng gue tanya. "mba knp, birokrasinya ribet mba? emang sering ada motor yg hilang ya"
mba petugas:"engga pernah ada kok mba, cm ini memang udah peraturannya.."
gue: "ooww berarti aman ya mba"

selesai lapor..langkah ringan pun dengan riang menapaki mall yg masih sepi pengunjung. boutique demi boutique, lantai demi lantai gue dan lara jelajahi. dan seperti pemandu wisata, lara menjelaskan secara detail setiap keunikan, asal adn keunggulan merek merek yg berkeliaran di sosialita atas.secara pengetahuan gue tentang fashion 'endog'. dan zara pun dengan pasti dijelajahi lara. tapi nyari ukuran lara di tempat woman, hal yang sulit. karena biasanya lara selalu mau mendapatkan ukurannya di zara sebrang pe'es (tapi seminggu kemudian gue ke sency, ada umbul2 zara man di pe'es...kayanya baru opening, hahahahaaha..keinginan lara terwujud ^^,sukses shoping nich di perjalanan berikutnya..)

sejujurnya gue bukanlah cewe yang suka dan intim dengan mall. itu bukan gue, tapi ini diperlukan sangat. primer banget buat gue dan lara. sukses menyambangi semua lantai. menepi di lantai foodcourt. nyari cemilan, dan mendarat dengan sukses butter cookies, lemontea, moccafloat,dan cream soup sebagai penganjal perut sementara. dan pastinya tetap sambil mengedarkan pandangan. tapi berhubung ini hari minggu, jadi segmentnya kurang tepat buat riset ini. but its okay...:)

usai menemani mulut gue dan lara yang 'kesepian', perjalanan selanjutnya adalah mall depan pe'es. senayan city.

motor motor gede, menjadi penyambut di teras sency, kalau mitee ngga masuk kl asifikasi nich. untung mitee gue parkir di pe'es, kasian mitee kalau gue parkir di sini, nanti dia merasa di anak tirikan.hehehehehe...

roadshow toilet ke toilet pun dijabanin,(ini bukan bagian dari riset, tp gue dan lara adalah miss beser)

Masih sama seperti yang kita lakukan di pe’es…perjalanan dari boutique ke boutique…lantai demi lantai..sampe di counter dompet di Debenhams, alamak luchu kali nich dompet plus sesuai dengan criteria dompet idaman gue (unik dan banyak tmpat kartu). Tahan..tahan..jangan ngeces bathin di hati. Secara gue bukan orang yang konsumtif. Mengingat minggu lalu gue baru beli tas, dan biasanya gue dengan harga tuch dompet minimal gue dapet tas..(maklum gue konvensional alias pelit dalam belanja hehehehehe)..
*intermezzo : sangking kesesem sama nich dompet, gue rela ke tajur sapa tau ada yang mirip..tapi hasilnya nol gede. Endingnya seminggu kemudian gue kembali ke sini sama mantan pacar, dan sekarang dompetnya dengan anggun ada di tas gue..ahhhaaaiii*

puas muter muter dan memperhatikan pemandangan manusia manusia didalamnya; dimana gue dapet beberapa hasil.

Pertama: para bedinde bedinde di mall ini kelakuannya ngga punya attitude mungkin karena merasa juragannya kaya ya..ckckckckck.

Kedua: wanita wanita dengan usia tanggung 30an, mencari eksistensi diri dengan pakaian yang sexy dan kacamata segede alaihim gambreng (ini bukan kacamata, tapi kacamuka..xixixixixixixi) mungkin biar mereka ngga kalah gaya dan tetap dilirik oleh lawan jenisnya ya.

Ketiga: wanita wanita dengan usia 40an bahkan 50an, menjadikan sasakan rambut menjadi identitas eksistensi mereka. Mungkin semakin tinggi sasakan semakin tinggi tingkat kepedean mereka (subjektifitas gue) atau mungkin salah satu dari symbol semakin tinggi dominasi mereka terhadap pasangan mereka? Entahlah..belum pasti alibi gue.

Keempat : abg abg labil, istilah tren nya alay, lagi menjadikan topi sbg icon gaul mereka. Banyak bgt beud yang pake topi model tompi..dengan hotpants nya pastinya.
Criteria criteria yang dimana wanita dapat digolongkan sesuai usianya..

kelima: pasangan sehati yang sangat kompak...

Dan hasil yang melengkapi petualangan gue dan lara adalah pelajaran kecerobohan gue (lagi)..fuih..

puas dengan menjelajah, walau masih ada yang belum kami dapat. Akhirnya lara sesuai janjinya pengen nyekokin gue dengan sushi. Dan pilihan lara, me’traktir gue di sushi tei, dengan antrian panjang gue dan lara sibuk melirik lirik menu.( Kalau dipikir pikir, mau makan aja kaya kedokter ya. Pake daftar dan antri..)
tiba tiba lara menyentak dengan pertanyaan
“raya, kunci motor ada khan??”

astaga 4 jam gue muter muter gue ngga sadar tuch kunci ada di tas gue apa engga, gue menggumpat dalam hati. Isi tas bertebaran dengan sukses di lantai mall, dan hasilnya nihil…kunci motor gue ngga ada!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tanpa instruksi, gue dan lara langsung marathon dari lantai 4 sency menuju basement pe’es. Dengan iringan suara mba2 pelayan mengumandangkan nama gue sebagai tanda gue siap mendapat meja saat gue dan lara menuruni ekskalator, peduli kucing mengchancel pesanan ke mba nya.

Sampe di parkiran, ALHAMDULILAH……KUNCI GUE MASIH BETAH DI TEMPAT SEMULA. DOI NGGA KEMANA MANA..dan gue langsung sujud syukur di basement parkiran.
Sepanjang marathon gue berfikir, gue yakin motor gue masih nangkring, secara tadi pas gue lapor stnk, kata mba mbanya disini parkir aman lancar. So…gue yakin bgt motor gue masih ada. Tapi yang jadi masalah, kalau ada orang jail, narik kunci gue dan ngebawa tuch kunci…alamak. Gue ngga punya serep. Masalahnya baru sebulan lalu, gue ngilangin kunci motor di pancoran. Hasilnya motor gue di bongkar, itu pun setelah penawaran yang alot (review lagi, gue konvensional dengan keuangan) dan deal 75 rb. Padahal tukangnya deket rmh. Gmn ini…klo gue minta dia bongkar motor gue, tapi gue bilang motornya mejeng di basement plasa senayan bang..aiiihhhhh,,,miss pikun = gue. Dan kayanya udah akut..

Ternyata, selama marathon tadi pun raya cemas banget, gila gue ngga enak banget sama laki loe dan anak loe kalau kunci nya ilang. Ini gue punya andil lupa ingetin loe plus gue yang ngajak loe…..hahahahaha..sorry my darling ucap gue..dan kita pun ketawa bahagia….^^,

Acara sushi pun alhasil pindah ke sushi tei pe’es. Cape kalau harus ke sency lagi. Artinya…ngantri lagi  ternyata, lara gagal nyekokin gue dengan ragam sushi alias kaga doyan gue..(maklum warteg lovers hahahahaha)… berpiring piring sushi ludes di mulut lara.dan gue cm nyomot 2piring tahu jawa (gue ngga tau namanya, tapi sushi yang di balut kulit tahu, berhubung rasanya manis banget gue bilang sushi tahu jawa..hahahaha norak:lagi) perut hasilnya tetep laper …


Berhubung cacing masih dangdutan…hijrah ke pizza hut perjalanan kuliner selanjutnya…alhamdulilah dibuka dengan mocca float..di tutup dengan mocca float dan chiken favorite cheese crust..plus keteledoran (lagi)…



kali ini dompet lara yang betah alias hampir ketinggalan…perjalanan gue dan lara kali ini bener bener petualangan miss pikun…hahahahaha..dan senja tampaknya sudah engga menampakkan diri saat kami menyudahai petualangan hari ini…hari pun mulai gelap…hari yang menyenangkan..tankyu lara ^^,



Dan perjalanan selanjutnya masih menanti…

0 komentar: