SceNe 7 harii
Scene 1 = harii pertama,
Menempatkannya dilangit tinggi,dan melupakan kalau semua tidak statis.
Membuat lesatan ini menyesakkan...
Scene 2 = harii kedua,
Mengemasnya semua dgn kemasan baru.
Dgn perbandingan takaran yg harus menguntungkan diri.
*terkadang egois perlu utk menyelamatkan hati*
Scene 3 = harii ketiga,
"Kita itu sudah terlanjur hidup.jadi nikmatin setiap anugrah yg hadir.kegagalan mempunyai nilai yg sama tinggi dgn keberhasilan" *kutipan dialog ftv*
Scene 4 = harii keempat
Spasi...spasi...tanpa paragraf
*mencumbui stiap inci kebisuan dan melumatnya dalam*
Scene 5 = harii kelima,
Lesatan terhempas dan menghentak.
Menyisakan bisu abnormal di sudut langit.
Huffttt...
Bisu ini enggan menyingkir dalam kilatan.
Tapi bisu pasti akan pergi.
Karena pedar disana selalu kuat dan tertitip untuk ku.
*pedar yg tak pernah bergeser dgn ikatan alam lain*
Scene 6 = harii ke enam
Semoga ini bukan karena alam bawah sadar,yg ikut terkontaminasi bakteri sadar.
Scene 7 = harii ketujuh..
*harii terakhir ketika bulir harus ditamatkan*
aku berjalan dibelakangmu/dibelakang kalian/mengumpulkan sgala yg trtinggal//aku brjalan diblakang mu,diblakang kalian/dgn kaki yg meruncing tajam//seperti bor aku tenggelam//laut&qta kita nyaris hnya garis putus2//aku mundur kebelakang/mnjemput kau yg lamban/kalian yg berjalan pelan/mengempulkan yg tersisa//
penggalan "dipasirpainan:Dedy arsya"
*dan kini aku hanya dibelakang kalian..tanpa ingin menjadi pemimpin yg pemimpi berada di garis depan kalian..dan tanpa ingin bersanding beriringan dgn kemasan yg sama.tapi semua takan bernilai nol..krn makna kalian pernah unggul dalam balutan pekat ku..krn kalian istimewa dalam balutan sampul bintang dgn pita merah muda yang kusemat*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar