saya (ingin) normal

cukup...

saya normal..

dan kisah saya normal..

jauhkan saya dari kontaminasi kontaminasi tersebut.

meski itukan menjadikan proses pembelajaran pendewasaan akan saya.

tapi saya jengah..

saya enggan meski hanya untuk menceburkan satu jemari saya.

cukup..

jawaban saya TIDAK.

saya (ingin) normal...

0 komentar: