aku..dan lakilaki ku.

musim menjadi analog waktu pengapai ranting ranting asa.
seperti senja dengan takdir setianya menjembatani sang malam.

hanya berdiri, tanpa berkesudahan.
tanpa pencampakan.
kadang sunyi menjadi kejujuran mahal.
dan dendang sunyi mampu melukiskan pahatan yang menyenangkan.

dunia sudah terlalu hingar.
hingga bingar melampaui batas maksimal gendang telinga.

mewakilkan fisik hanya dalam raga.
karena hati yang enggan ikut.
seakan amnesia adalah kebetulan yang menyenangkan.
seakan larut meski topeng menjadi lakon terbaik.

tapi disini,
dengan kekinian yang enggan terkirikan.
hanya ingin ditengah, ditengah keberadaan senandung senyum nan jujur.

dan balautan puitisasi yang merajuk.
bahagia utuh tanpa sekat.
denganmu, lakilaki imam ku.
denganmu, lakilaki kecilku.

karena kalian, UTUH penuh aku, kini.

0 komentar: