Takdir


Takdir bukan menjadi alasan sepatah arang
Takdir bukan jelmaan kutukan dunia

Takdir adalah peta lentera nafas
Berkesudahan dengan lautan senyum atau terhempas dalam kumbangan duka
Hati kita punya hak untuk memilih, bersanding dan menyatu

Tuhan maha baik
Tuhan maha kasih
Dan kita, sebentuk manusia yang hasil dari kebaikan dan kasihNya

Tangan kita terlalu kecil untuk mengartikannya
Tapi hati kita sangat luas untuk memaknainya

Cukuplah berdamai dengan ego
Dan Taklukan diri dengan kesejatian
Dan keluar sebagai pemenang...bukan untuk orang lain, tapi diri sendiri.

0 komentar: