sunyi kini menyelimuti.
emosi sudah surut diperaduan lemah.
tatih pun hilang lenyap, tinggal tenaga tanpa daya.
terbaring, datar dalam pandang.
berbalut kulit dalam mayor sudut sudut tubuhnya.
abu abu kini tak berlaku hanya untuk mahkotamu,
tapi kini mata itu seakan mengikut, dengan hadirnya yang tak hitam lagi.
tiba tiba mata itu turut dalam melanin yang hilang dalam hitam mahkotamu.
bapak,
kini semua amarah yg bertaut, emosi yang berkolaborasi.
mulai layu dalam airmata.
bapak,
kamu memang jauh dari utuh lakon yang pernah hadir.
tapi penghayatan akan imun positif begitu nyata tersodor untuk aku, anakmu.
Dalam senjamu,
maaf anakmu masih belajar cara untuk menjamu mu dengan seharusnya.
maaf jika terkadang kelebatan hitam masih tersimpan di titik alam sadar.
hingga tak dapat kukaburkan dengan bayangan sekalipun.
maafkan aku..ampunin aku Tuhan.
berikan kesempatanMU akan kilat waktu singkatMU ya Allah,
untuk abdi baktiku untuk dia sang kunci surgaku.
bapak, peluk doa anakmu selalu untukmu...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar